Wahabi Dan Imperialisme

Rp36.000

In stock

Buku cetak edisi softcover

Tebal buku 235 halaman

Ukuran buku 14,5 x 20,5 cm

Berat 371 gram

Penulis: Dr. Muhammad bin Sa'd Asy-Sywai'ir

Penerbit: Griya Ilmu,

Pembahasan yang pernah saya sebarkan sejak beberapa tahun silam seputar perbaikan terhadap kesalahan sejarah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, alhamdulillah mendapat respon yang sangat positif. Di dalamnya kami menjelaskan bahwa sekte Wahhabiyah Rustumiyah tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan dakwah Salafiyah yang diperbaharui oleh Syaikh Muhammad.

Dahulu, ada seorang ustadz yang mulia di salah satu Universitas  yang ada di Maroko yang meminta rincian tambahan berkenan dengan masalah ini. Dan risalah yang ringkas ini tidak lain merupakan jawaban dari pertanyaannya dan sebagai penjelasan akan kedudukan pimpinan dan ulama Maroko yang mempunyai keinginan yang besar dalam membela agama ini dan dalam mencari mana yang paling benar dalam masalah yang mereka hadapi.

Saya berusaha agar sudut pandang yang saya utarakan dalam pembahasan ini semuanya bersandar pada referensi yang bisa dijadikan sandaran dalam penukilan berita-berita. Sungguh cetakan pertama dari kitab ini telah mendapatkan respon yang  positif dan membuat para pembacanya berkeinginan untuk mengetahui hakikat sebenarnya, yang mana saya berusaha keras untuk menjelaskannya. Ini semua sebagai bentuk pelayanan kepada ilmu, penyampaian amanah, dan penyatuan hati-hati manusia di atas jalur Islam yang merupakan agama terbaik, sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh pengajar agama ini, pimpinan kita, Muhammad bin Abdillah shallallahu 'alaihi wa sallam sejak 14 abad yang lalu. Beliau wafat meninggalkan umatnya di atas cahaya yang sangat putih, di mana malamnya sama seperti siangnya, tidak ada yang menyimpang darinya kecuali orang yang binasa, sebagaimana yang telah beliau sabdakan.

Jika sebuah ibarat mengatakan, 'Manusia itu memusuhi apa yang mereka tidak ketahui.' Maka sebagian manusia juga ada yang memusuhi apa yang bertentangan dengan syahwat dan kepentingan pribadi mereka. Dan pemutus perkara mengenai apa yang wajib untuk ditempuh  oleh setiap individu dalam pemikiran dan hukumnya adalah menghadapkan semua perkara kepada sumber  hukum samawi yang tidak mungkin didatangi oleh kebathilan dan tidak akan dihinggapi oleh keraguan.

Kaum muslimin di setiap tempat mereka diperintahkan -sebelum mereka bertolak menuju arah tertentu dalam masalah aqidah dan dalam semua masalah yang berhubungan dengan hukum agama, dan juga sebelum mereka mencela atau memuji- agar mereka kembali kepda dua sumber hukum dalam agama mereka, yaitu: Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.

Maka siapa saja yang mendatangkan sesuatu yang bertentangan dengan keduanya, ia harus dibuang, dan siapa saja yang berjalan sesuai dengan keduanya dalam ucapan dan amalan maka ia harus disokong dan ditolong. Inilah hukum yang wajib diamalkan oleh setiap muslim. yaitu memahami dan menegetahui, menyelidiki, dan memastikan, agar dia tidak menjadi pengekor yang hanya menggunakan gaungan orang lain, yang kemudian hal itu dimanfaatkan oleh musuh-musuh agama Islam dalam keadaan dia tidak mengetahuinya.

Terdapat pelajaran dari kisah Bani Musthaliq yang mana ayat al-Qur'an turun berkenaan dengannya. Allah Azza wa Jalla berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu." (Surat al-Hujurat: 6)

wws Admin / Perlu Bantuan? Hub Kami via WhatsApp
Compare
Category:

Submit your review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reviews

There are no reviews yet.

See It Styled On Instagram

    Instagram did not return a 200.
Tim Kami ada disini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya Kami apasaja
WeCreativez WhatsApp Support
Support System
Admin
Available

Main Menu

Wahabi Dan Imperialisme

Rp36.000

Add to Cart