• Benarkah Shalahuddin Al-Ayubi Merayakan Maulid Nabi

    Penulis: Abdul Hakim bin Amir Abdat
    Penerbit: Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan

    Berat: 0,8 Kg
    Ukuran: 16 cm x 24 cm
    Tebal: – Halaman, Soft Cover

    Resensi

    Perayaan Maulid di negeri kita telah menjadi tradisi ritual tahunan yang mendarah daging. Sehingga tidak sah sekiranya bila pada satu tahun saja tidak merayakannya. Namun yang menjadi pertanyaan besar, Dari manakah kaum muslimin mengambil contoh perayaan maulidan tersebut? Apakah mereka mengambil contoh dari Rasulullah sebagai suri teladan yang terbaik ataukah dari orang-orang yang tidak layak untuk dijadikan suri teladan?

    Buku “Benarkah Shalahuddin Al-Ayubi Merayakan Maulid Nabi” ini telah mengupas tentang sejarah maulidan sekaligus menjawab tuntas berbagai syubhat yang disebutkan dalam perayaan maulidan khususnya tentang tuduhan bohong yang dilontarkan: Bahwa panglima besar Islam yang bernama Shalahuddin al Ayubi adalah yang pertama kali merayakannya. Dan buku ini adalah jawaban atas pertanyaan tersebut.

    Selain pembahasan tersebut, buku ini dapat juga dijadikan sebagai pegangan bagi para pecinta Sunnah Rasulullah untuk menjawab berbagai macam bidah yang telah banyak menyebar dan masuk di tengah-tengah kaum muslimin, khususnya di Indonesia ini.

  • Lau Kaana Khairan Lasabaquunaa Ilaihi

    Penulis: Abdul Hakim Bin Amir Abdat
    Penerbit: Maktabah Muawiyah Bin Abi Sufyan

    Inilah sebuah risalah yang berbicara tentang sebagian dari KAIDAH-KAIDAH SYARA’ (AGAMA) yang masuk ke dalam bagian MANHAJ (cara beragama) yang sangat luas dan dalam sekali: “Kalau sekiranya perbuatan itu baik, tentulah para Shahabat telah mendahului kita mengamalkannya”

    Peganglah kuat-kuat kaidah yang besar dan agung ini, sehingga engkau tidak akan mengerjakan sesuatu pun ibadah yang tidak pernah diyakini dan diamalkan oleh shahabat.

    Patutlah kaidah yang besar ini dihafal oleh setiap muslim untuk menghancurkan berbagai macam bi’dah yang orang sandarkan dan masukkan ke dalma agama Allah yang mulia ini, Al-Islam. Seperti perkataan yang sering kita dengar ketika dikatakan kepada mereka dan dibawakan akan nash Al-Kitab dan Sunnah dan perkataan para Ulama, bahwa keyakinan yang mereka yakini atau perbuatan yang mereka lakukan itu bid’ah, mereka menjawab dengan jawaban yang lebih lemah dari sarang laba-laba, yaitu:

    “Bukankah peringatan maulid, isra’ mi’raj, nuzulul qur’an, tahun baru hijriyyah itu satu perbuatan yang sangat baik yang di dalamnya terdapat peringatan dan pelajaran?”

    “Bukankan dzikir berjama’ah yang sekarang sedang marak-maraknya itu satu perbuatan yang sangat baik dalam rangka mengajak manusia untuk kembali berdzikir mengingat Allah?”

    Maka jawablah wahai Ahlus Sunnah, dengan kaidah besar di atas yang patut ditulis dengan tinta emas! Katakan kepada mereka: Kalau sekiranya perbuatan itu baik!, tentulah para Shahabat telah lebih dahulu mengamalkannya. Karena tidak ada satu pun amalan yang lmasuk ke dalam bagian ibadah yang tidak diamalkan oleh para Shahabat radhiyallahu ‘anhum.

Tim Kami ada disini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya Kami apasaja
WeCreativez WhatsApp Support
Support System
Admin
Available

Main Menu