• usafir Mendulang Pahala Di Saat Safar Lancar Selamat Berpahala

    Penulis: Bimbingan Pendidikan Kerajaan Saudi
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Ukuran: 12.5 cm x 17.5 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat: 150 Gram
    Tebal: 130 halaman

    Judul Asli: Musafir

    Resensi:

    Sudah menjadi sunnatullah dalam safar; letih, capek, penat dan kecelakaan senantiasa menghantui para musafir. Sehingga safar disebut oleh Rasulullah bagian dari siksaan. Di tambah lagi hilangnya harta, habisnya perbekalan dan tersesat di jalanan.

    Semua musafir berharap perjalanannya memantik kelancaran, kemudahan dan keberkahan hingga sampai tujuan dalam keadaan sehat dan selamat, akhirnya bertemu dengan anggota keluarga dan beraktivitas kembali secara normal.

    Safarnya seorang Muslim adalah sebuah ibadah yang berpahala, namun kenyataannya banyak aktivitas safar hanya menghasilkan letih, capek dan penat bahkan kerugian materi dan nyawa karena tidak dihiasi nilai ibadah.

    Oleh karena itu, agar safar kita bernilaikan ibadah dan pahala maka harus mengikuti bimbingan nabawi dan panduan syariat. Dan Insya Allah buku ini memberi bekal dan pedoman lengkap agar safar Anda berpahala dan berkah.

     

  • Ya Allah Ampuni Aku Bertaubat Sebelum Terlambat

    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol
    Penyusun: Zainal Abidin bin Syamsuddin

    Ukuran: 14,5 cm x 21 cm
    Tebal: 214 Halaman
    Berat 1 Set: 0,35 kg, Soft Cover

    Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Buku ini mengupas tuntas masalah pertaubatan dan dosa-dosa maksiat, apa saja syarat-syarat serta penghalang taubat dan buku ini di tutup dengan tata cara shalat taubat berdasarkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, berikut di antara isinya:

    ***

    Bab V11

    Penawar Racun Maksiat

    Anggaplah Besar Kesalahan Kecil

    Orang yang beriman dan bertakwa akan selalu takut kepada Allah, senantiasa mengagungkan-Nya, menganggap besar kesalahan yang kecil, menganggap kecil kebaikan yang besar dan senantiasa merasa hina di sisi Allah. Allah menyifati hamban-Nya yang beriman,

    “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Adz-Dzariyat: 17-18).

    Abdullah bin Mas’ud menggambarkan dengan jelas bagaimana kondisi orang beriman menilai maksiat, “Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah dia duduk di bawah gunung, ia takut gunung itu menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) melihat dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.” Ia mengisyaratkan begini Ibnu Syihab berkata, ”Dengan tangannya di atas hidungnya.”

    Ibnu Abi Jamrah mengatakan, “Hikmah dalam penyerupaan (dosa) dengan gunung karena sesuatu yang membahayakan selain gunung adakalanya diperoleh faktor yang menyelamatkan darinya, berbeda dengan gunung, apabila menimpa seseorang, maka biasanya ia tidak selamat darinya.”

  • Syarah Akidah Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

    Penulis: Shalih Al-Fauzan
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Ukuran: 15.5 cm x 24 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat : 405 Gram
    Tebal: 238 halaman

    Belum usang juga tuduhan sesat dengan label “wahabi” yang terdengar di telinga kita atau yang kita dapati dalam banyak tulisan. Tuduhan tersebut disandarkan pada dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, bertarut-larut ia dikampanyekan di negeri-negeri Islam, termasuk negeri kita Indonesia. Lantas siapakah sebenarnya Muhammad bin Abdul Wahhab? Bagaimanakah akidahnya?

    Wajib bagi setiap Muslim untuk kembali meneliti dengan cermat berita yang tersebar di masyarakat. terlebih ia menyangkut kehormatan seorang Muslim. Hendaknya pula kita bersikap objektif dalam menilai sesuatu, berusaha menguliknya dari berbagai sumber dan metihatnya dari dua sisi yang sating membelakangi.

    Buku ini merupakan penjelasan Syekh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan secara detail dan mendalam dari setiap kalimat yang dituliskan oleh seorang yang tuduhan tersebut tersemat padanya, yakni Muhammad bin Abdul Wahhab, yang ia merupakan jawaban darinya terhadap pertanyaan seputar pemahaman yang dianut olehnya, juga untuk menyikapi tuduhan-tuduhan yang dilemparkan kepadanya.

    “Subhaanaha haadza buhtaanun azhim”(Maha Suci Engkau ya Rabb, ini adalah tuduhan yang besar). ia menjadi kalimat primadona dalam risalah yang ditulisnya.

  • Rintangan Setelah Kematian

    Penulis: Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Tebal: 187 Halaman
    Berat: 0.3 Kg, Soft Cover
    Ukuran: 14,5 cm x 21 cm

    Buku ini menjadi pengingat kita akan dahsyatnya kejadian setelah kehidupan, yaitu sakaratul maut, kematian, azab kubur, hari kebangkitan, hari pembalasan, kenikmatan surga dan pedihnya neraka. Berikut ini cuplikan isi buku ini:

    ***

    Sebab-sebab yang memicu siksa kubur yang menimpa penghuni alam barzakh terbagi menjadi dua macam:

    Pertama, sebab umum yaitu mereka disiksa karena kejahilan mereka terhadap Allah, tidak menunaikan ketaatan dan melakukan kemaksiatan. Alah tidak menyiksa ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan tidak menyiksa badan untuk selamanya selagi kondisi ruhnya demikian. Dan siksa kubur dan azab akhirat menimpa seorang hamba akibat murka dan marah Allah kepadanya. Siapa yang perbuatannya mengundang murka dan marah-Nya di dunia dengan melakukan maksiat sampai mati belum bertaubat, maka ia mendapat siksa kubur sesuai kadar murka dan marah Allah kepadanya.

    Kedua, sebab khusus sebagaimana yang dikabarkan Rasulullah tentang dua orang yang disiksa di alam kuburnya, orang yang pertama di siksa karena namimah di tengah manusaa dan orang yang kedua di siksa karena tidak menjaga percikan kencing. Kemudian beliau juga menyabutkan orang di siksa karena shalat tanpa bersuci, orang di siksa karena melewati orang teraniaya tapi tidak menolongnya, orang yang disiksa karena di beri al-Qur’an tapi tidak shalat malam dan tidak mengamalkannya, mereka di siksa karena berzina, mereka di siksa karena memakan harta riba, mereka di siksa karena malas shalat subur, mereka di siksa karena tidak mau membayar zakat, mereka di siksa karena menyulut api fitnah di tengah umat manusia, mereka di siksa karena sombong dan congkak, mereka di siksa karena berjalan riya dan mereka di siksa karena suka mengumpat dan menghina orang lain.

  • Perlukah Hizbiyah Dalam Dakwah

    Penulis: Bakr bin Abdullah Abu Zaid
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Ukuran: 14 cm x 21 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat : 300 Gram
    Tebal: 216 halaman

    Buku ini berjudul “Buku Perlukah Hizbiyah Dalam Dakwah”, Buku ini mengurai benang kusut dibalik metode dakwah hizbi. Mulai permasalahan Ta’ashub atau fanatik golongan hingga mengejar masalah taawun dalam suatu kelompok dakwah dikupas secara apik dalam buku ini. Tentu pasti ada plus minusnya, tetapi jika semua diletakan pada tempatnya maka akan ketemu titik terang dan lebih adil.
    Sebagian pihak berpendapat bahwa gerakan hizbiyah dibutuhkan karena bisa memantik kekompakan, menghadirkan keharmonisan dan menggalang kekuatan serta solidaritas untuk memajukan Islam dan menegakkan khilafah.
    Syubhat hizbiyah sangatlah dahsyat yang kadang menimbulkan benturan keras di tengah umat. Apakah berbagai macam gerakan hizbiyah ini merupakan solusi dalam dakwah pada saat ini? Ataukah justru  menjadi puncak keretakan dan pertentangan dalam umat Islam.
    Semoga Allah menjadikan bagi penulis, penerbit, pengedar dan pembaca buku ini mendapatkan keridhaan dan surga-Nya. Aamiin.

  • One Heart Rumah Tangga Satu Hati Satu Langkah

    Penulis: Zaenal Abidin bin Syamsudin
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Ukuran: 14,5 cm x 21 cm
    Tebal: 198 hlm
    Berat: 0,3 kg

    Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sangat kuat dan merupakan kerja sama yang sangat unik, karena masing-masing harus bisa menerima dan memberi, menyayangi, menopang dan melindungi, serta membela dan berkorban.

    Rumah tangga yang sakinah, mawaddah bisa diwujudkan dengan cara menyatukan visi dan misi antara suami dan istri, dalam buku ini, penulis memaparkan kiat-kiatnya, bagaimana dengan menyatukan hati (one heart), rumah tangga yang satu hati satu langkah bisa mewujudkan keluarga idaman yang diimpikan setiap pasangan.

     

  • Intisari Penjelasan Rukun Islam

    Penulis: Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayar
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Judul Kitab Asli: Khalasha al-Kalam Fi Arkan al-Islam
    Penerjemah : Abdurrahman Nuryaman
    Ukuran: 14,5 cm x 21 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat: 350 Gram
    Tebal: 178 halaman

    Telah tiba satnya, Islam terasing di tengah para pemeluknya, hingga kebanyakan mereka sudah tidak mengenali rukun Islam dan rukun Iman secara benar, sehingga mereka cenderung meremehkan prinsip-prinsip Islam dan gampang melanggar serta menodai kehormatan agama. Padahal demikian itu merupakan urusan agama paling fundamental, bahkan keislaman seseorang bisa dianggap sah setelah mengetahui secara tuntas tentang rukun Islam dan rukun Iman.
    Dengan perbaikan kualitas keilmuan, pemahaman dan pengamalan seputar rukun Islam dan rukun Iman maka seseorang telah punya pijakan dalam beragama, lebih dekat kepada keselamatan, bisa mendatangkan kebahagiaan dan tidak gampang diombang-ambingkan oleh kesesatan dan syubhat yang mengalir deras di tengah masyarakat.

  • Buku Putih Ahlus Sunnah Wal Jamaah Menyingkap Penistaan Dan Penodaan

    Penulis: Zainal Abidin Bin Syamsuddin
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Ukuran: 15,5 cm x 24 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat: 750 Gram
    Tebal: 402 halaman

    Buku ini berisi segala informasi tentang para penghujat sunnah serta pokok pikirannya akan dapat diketahui dengan lebih baik. Sehingga buku ini sangat bagus untuk referensi pembelajaran ummat, khususnya para penuntut ilmu (santri, pelajar, mahasiswa, da’i, dan dosen) di negeri ini, agar tidak terperosok ke dalam kubangan lumpur kehinaan yang telah diciptakan oleh para lawan Islam.
    Secara umum buku ini mengupas secara lugas dan tuntas tentang kedudukan dan kehormatan sunnah dalam Islam, penjelasan tentang benih penolakan syari’at yang ditebar oleh musuh Islam lewat pengibaran bendera anti sunnah dan gerakan zindiq yang merusak ajaran Islam dan citra kaum muslimin.

  • 100 Keyakinan Jahiliyah Yang Ditentang Nabi

    Penulis: Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol
    Syarah dan Ta’liq: Mahmud Syukri al-Ulusi al-Baghdadi

    Ukuran: 14 cm x 21 cm
    Tebal: 296 Halaman
    Berat: 0,4 Kg, Soft Cover
    Kitab Asli: Masaail Jahiliyah Al-Lati Khalafa Fiha Rasulullah Ma Alaihi Ahlul jahiliyah

    Dengan menyebut nama Alah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Buku ini berisi tentang 100 keyakinan jahiliyah pada zaman nabi yang ditentang oleh beliau, berikut di antara isinya:

    ***

    Berlebihan (Ekstrim) Terhadap Orang-orang Shalih

    Belebihan terhadap orang-orang Shalih, baik dari kalangan para ulama dan para wali Allah, sebagaimana Allah Ta’aala berfirman:

    “Orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair itu putera Allah’ dan orang-orang Nashrani berkata, ‘Al-Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka,mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Allah membinasakan mereka; bagaimana mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran). Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah yang Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 30-32).

    Maka menjadikan orang-orang alim (berilmu) di antara manusia sebagai tuhan-tuhan yang menghalalkan apa-apa yang haram dan mengharamkan yang halal serta meyakini mereka ikut bertindak di alam ini dalam bentuk mencegah kemudaratan atau mendatangkan manfaat, adalah di antara kejahiliyahan dua ahli kitab (Yahudi dan Nashrani), yang kemudian menyusup kepada selain mereka dari orang orang jahiliyah bangsa Arab. Dan mereka masih memiliki tersisa di belahan bumi bagian timur maupun barat sebagaimana bukti benarnya sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam,

    “Kalian benar-benar akan mengikuti cara hidup orang-0rang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga kalau seandainya mereka masuk kelubang (seperti) biawak, kalian mengikuti mereka.”

  • Romantika Kawin Muda

    Penulis: Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Tebal: 230 Halaman
    Berat: 0.3 Kg, Soft Cover
    Ukuran: 12,5 cm x 17,5 cm

    Buku romantika kawin muda ini akan menyingkap mitos dan ketabuan pernikahan dini, ternyata nikah di usia muda itu akan lebih mendatangkan kebahagiaan daripada menikah di usia lebih tua. Berikut ini sebagian cuplikan isi bukunya:

    ***

    Kunci Sukses Nikah Muda

    Kebahagiaan dan kemesraan suami istri bisa terwujud dengan latihan dan kebiasaan. Sebagai contoh, seorang lelaki dermawan ia bisa menjadi dermawan tatkala ia berlatih atau membiasakan diri melakukan pekerjaan dan perbuatan yang dilakukan oleh para dermawan sebagai bentuk kecintaan. Ia tidak akan menjadi dermawan kecuali tatkala ia telah mendapatkan kesiapan yang matang secara individu, yaitu kecintaan untuk selalu melakukan apa yang harus dilakukan dan bukan untuk sesuatu tertentu. Tetapi itu hanyalah untuk mendapatkan sifat kedermawanan itu sendiri. Begitu pula halnya dengan kemesraan suami istri tidak akan didapatkan kecuali dengan latihan.

  • Rahasia Dan Mukjizat Tawasul Panduan Tatacara Tawasul

    Penulis: Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Abdussalam Khidr
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol

    Ukuran: 12 cm x 17 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat : 200 Gram
    Tebal: 108 halaman

    Buku ini berjudul “Buku Rahasia Dan Mukjizat Tawasul Panduan Tatacara Tawasul”, Buku ini memaparkan penjelasan tentang tawasul. Diantara ibadah kaum muslimin yang banyak tercemar dengan syirik adalah tawasul. Sehingga tidak jarang dari mereka yang bertawasul dengan orang-orang yang sudah mati, baik dari kalangan orang shalih maupun orang yang tidak jelas asal-usulnya, entah di tempat-tempat yang dianggap keramat atau angker.
    Masalah ini memang amat pelik, karena orang yang dianggap shalih atau punya kedudukan di masyarakat melegalkan perbuatan tersebut bahkan menganjurkannya.

  • Pastikan Agamamu Tak Ternoda

    Penulis: Hamd bin Ali bin Atiq
    Penerbit: Pustaka Imam Bonjol Ukuran: 12,5 cm x 17,5 cm
    Cover: Soft Cover
    Berat: 250 Gram
    Tebal: 164 halaman

    Buku ini “Buku Pastikan Agamamu Tak Ternoda” , Buku ini menjelaskan bagaimana kita bersikap wala’ dan bara’ karena banyak kaum muslimin bahkan dari kalangan penuntut ilmu belum memahami hal-hal sebagai berikut:
    * Penjelasan kewajiban berlepas diri dari orang-orang kafir dan musyrik.
    * Konsekuensi menjauhi agama kaum musyrikin dan implementasinya.
    * Alasan-alasan yang dimaklumi dalam menyetujui kaum musyrikin.
    * Kewajiban menampakkan agama
    * Bagaimana ketika kondisi lemah dan tertindas, dan
    * Kewajiban hijrah yang tetap berlaku
    Dilengkapi penjelasan komprehensif berbentuk tanya jawab kepada ptra-putra Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
    Kunci sempurna dan murninya Tauhid adalah bagaimana menerapkan wala’ dan bara’: yaitu sikap loyalitas, solidaritas dan berlepas diri dari kaum kafir dan musyrikin. Sesuai dengan yang diajarkan Nabi  Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para Ulama’ terdahulu.

    Semoga Allah menjadikan bagi penulis, penerbit, pengedar dan pembaca buku ini mendapatkan keridhaan dan surga-Nya.

Tim Kami ada disini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanya Kami apasaja
WeCreativez WhatsApp Support
Support System
Admin
Available

Main Menu